Halo, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang materi biologi kelas IX dengan judul "Alat Ekskresi Pada Manusia. Langsung ajjh cekidot.......
Alat Ekskresi Pada Manusia
Alat Ekskresi Pada Manusia
A.
Alat-Alat
Eksresi Pada Manusia
3. HATI 4.PARU-PARU
1. Ginjal
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea)
dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan
penyakitnya disebut nefrologi
Bagian luar disebut korteks atau kulit ginjal, di
bawahnya ada medula atau sumsum ginjal dan di bagian dalam berupa rongga yang disebut pelvis renalis atau rongga
ginjal. Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi
sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter. Ginjal
terdiri dari jutaan alat penyaring darah yang disebut nefron. Nefron adalah
satuan struktural dan fungsional ginjal. di bawah ini merupakan gambar dari
nefron :

Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat
glomerulus dan simpai Bowman (kapsula Bowman). Glomerulus dan simpai Bowman
membentuk kesatuan yang disebut Badan Malpighi. Pada bagian inilah proses
penyaringan darah (filtrasi) dimulai. Badan malpighi merupakan awal dari
nefron. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum
ginjal). Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan
kelanjutan badan malphigi
Proses Pembentukan Nefron (urine)
No
|
Proses
|
Tempat
|
Hasil
|
1
|
Filtrasi: Penyaringan Darah
|
Glumerolus
|
Filtrat Glumeruli (Urine Primer)
|
2
|
Reabsorsi: Penyerapan
Kembali Zat yang Masih Berguna
|
Tubulus Kontrolus Proksimal
|
Filtrat Tubulus (Urine Skunder)
|
3
|
Augmentasi : Penambahan Zat Sisa
|
Tubulus Kontrolus Distal
|
Urine Sesunguhnya
|
Urutan Jalannya Urine
Komposisi Urine
Air 95%, Urea, Amonia & Asam uret,
NaCl, Zat Warna Empedu, Zat Berlebihan dalam darah seperti Hormon dan Vitamin.
Fungsi Ginjal
Ginjal berfungsi sebagai
berikut:
1)
Menyaring/Membersihkan Darah
Bagian
ginjal yang menjalankan fungsi ini adalah nefron. Tanpa ginjal, maka seseorang
akan mati sebab tubuhnya diracuni oleh kotoran yang dihasilkan tubuhnya
sendiri.
2) Mengatur Volume Darah
Darah dapat
mengatur jumlah cairan yang terlarut dalam darah sehingga volume dipertahankan
untuk selalu seimbang di dalam tubuh. Tanpa kontrol dari ginjal ini, maka
kemungkinan terburuk dalam tubuh akan terjadi, yaitu tubuh menjadi kering
karena kekurangan cairan tubuh atau tubuh tenggelam karena kebanjiran akibat
cairan dalam tubuh menumpuk tak terbuang.
3) Mendaur Ulang Air,
Mineral, Glukosa, dan Gizi
Ginjal akan
mempertahankan zat-zat penting yang ikut masuk ke dalam nefron bersama cairan
darah, lalu mengembalikannya ke peredaran darah. Tapi ginjal tidak menyerap
kembali zat-zat ini jika jumlahnya berlebih dalam darah.
4) Mengatur Keseimbangan
Kandungan Kimia Darah
Salah satu
contoh fungsi pengatur ini adalah mengatur kadar garam dalam darah. Garam
cenderung mengikat air sehingga jika kadar dalam gula darah berlebih
mengakibatkan penumpukan cairan yang berlebihan dalam darah dan rongga sela
antarsel tubuh. Jika demikian, maka anggota tubuh seperti wajah, tangan, dan
kaki akan membengkak. Akibat lain yaitu memperberat tugas jantung dalam memompa
darah karena adanya cairan dalam darah tersebut. Berdasarkan alasan itu maka
ginjal akan mengeluarkan kadar garam yang berlebih dalam darah agar seimbang
kembali. Ginjal juga mengatur kadar kalium dalam darah. Apabila kadar kalium dalam
darah berkurang, maka ginjal akan menyerap kembali kalium tersebut. Sebaliknya,
jika jumlah kalium berlebih ginjal akan membuangnya. Zat lain yang perlu dijaga
keseimbangannya adalah urea yang merupakan limbah pencernaan protein, karena
urea yang berlebih dapat mengakibatkan keracunan yang disebut penyakit uremia.
5) Menjaga Darah agar
Tidak Terlalu Asam
Ginjal
berperan dalam menjaga pH darah agar tidak terlalu asam.
6) Penghasil Hormon
Hormon yang
dihasilkan adalah hormon eritroprotein yang berfungsi untuk merangsang
peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang.
Fungsi homeostasis ginjal
Ginjal
mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal
mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion
hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam
pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah
proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion
natrium pada tubulus konvulasi. Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah
karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus
yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif.
Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk
menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada
tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.
Ginjal
menyaring darah sebanyak 1.500 liter per hari, sehingga ada beberapa zat yang
harus dibuang melalui alat pengeluaran. Tahukah anda zat-zat apa saja yang
dibuang melalui ginjal? Urea, amonia, dan air dibuang melalui ginjal berupa
urine. Urine yang dihasilkan dalam waktu satu hari lebih kurang 1,5 liter. Apa
yang anda ketahui tentang urea, amonia, dan air? Anda dapat menjelaskannya
setelah mempelajari pembahasan berikut.
a. Urea
Urea
dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri atas
zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang. Proses pembuangan
ini disebut dengan ekskresi.
b. Amonia
Amonia
merupakan hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh
sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.
c. Air
Air sangat
penting dalam proses metabolisme tubuh, tapi jika jumlah air terlalu berlebih
akan membuat konsentrasi darah menjadi tidak konstan. Untuk itu, kelebihan air
harus dibuang supaya keseimbangan konsentrasi darah terjaga. Proses ini disebut
dengan osmoregulasi.
Fungsi Ginjal tambahan
Selain
menghapus limbah berbahaya dari tubuh, ginjal juga memenuhi sejumlah fungsi
tambahan yang penting. Dengan melepaskan hormon ke dalam aliran darah, ginjal
juga dapat mendukung fungsi biologis penting lainnya. Ginjal rilis
erythropoientin (EPO), yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah
merah. Tubuh menggunakan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh
jaringan dan sel. Ginjal juga melepaskan hormon yang disebut renin, yang
membantu mengatur tekanan darah. Ini sebenarnya merupakan reaksi oleh ginjal
ketika mereka tidak menerima cukup darah. Pembuluh darah ginjal memperluas dan
berkontraksi seperti katup tekanan untuk mengatur aliran darah. Keseimbangan
yang tepat dari asam dan mineral juga diatur oleh ginjal. Misalnya, bentuk
aktif dari vitamin D, calcitriol, adalah hormon yang diproduksi di ginjal untuk
membantu mempertahankan kekuatan tulang. Fungsi ginjal mencapai jauh melampaui
filtrasi, bekerja sama dengan banyak sistem internal lainnya.
Kelainan Ginjal
Ginjal
manusia dapat mengalami gangguan karena berbagai sebab. Beberapa jenis kelainan
dan penyakit pada ginjal sebagai berikut.
a. Batu
ginjal
Batu
ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal,
saluran ginjal, atau kandung kemih.
Batu
ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat,
asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak
mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal
tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah
membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu
akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
b. Nefritis
Nefritis
adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis
(perhatikan Gambar 1.5) biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus.
c. Glukosuria
Glukosuria
adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut
sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Kadar
glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak
mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang
bersama urine.
d. Albuminuria
Albuminuria
adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain
dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.
e. Hematuria
Hematuria
adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit
tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi
akibat gesekan batu ginjal.
2.Kulit
Kulit manusia terdiri atas epidermis, dermis,
dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.
Epidermis
Epidermis tersusun atas
lapisan tanduk (lapisan
korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum
merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel
baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan
germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan
germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan
sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit.
Dermis (Janggat)
Lapisan ini mengandung pembuluh
darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar
keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat.
Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hari,
tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air,
garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima
rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit,
serta untuk pengaturan suhu tubuh.
Pada suhu lingkungan tinggi (panas),
kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar.
Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa
metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke
permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan
kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu
lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit
menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya
penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap
dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus
Hipodermis (Jaringan
Ikat Bawah Kulit)
Lapisan ini terletak di bawah dermis. Lapisan
ini banyak mengandung lemak. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan,
pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.
Fungsi
Kulit memiliki beberapa fungsi:
·
Sebagai alat
pengeluaran berupa kelenjar keringat.
·
Sebagai alat
peraba.
·
Sebagai
pelindung organ dibawahnya.
·
Tempat
dibuatnya Vit D dengan bantuan sinar matahari.
·
Pengatur
suhu tubuh.
·
Tempat
menimbun lemak.
Kelainan pada kulit
Kulit manusia dapat
mengalami gangguan karena berbagai sebab. Beberapa kelainan dan penyakit pada
kulit, sebagai berikut.
a. Skabies
Skabies disebut pula “seven-year itch”. Penyakit
tersebut disebabkan oleh parasit insekta yang sangat kecil (Sarvoptes scabies) dan
dapat menular pada orang lain.
b. Eksim
Eksim adalah kelainan
pada kulit karena kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal, dan bersisik.
Umumnya, gejala eksim yang terlihat adalah pembengkakan dan rasa gatal pada kulit.
Penyebab eksim di antaranya adalah:
a) Alergi pada sabun, krim lotion,
salep, atau logam tertentu.
b) Kelelahan.
c) Stres.
Secara umum, eksim memang tidak
berbahaya, dalam arti tidak menyebabkan kematian dan tidak menular. Namun,
eksim dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan amat mengganggu. Oleh karena itu,
eksim perlu diobati dengan cara-cara sebagai berikut:
a) Jangan berganti-ganti sabun mandi.
Gunakan sabun mandi yang lembut, tidak terlalu berbusa, dan tidak menghilangkan
minyak alami tubuh.
b) Gunakan air bersih untuk mandi.
c) Gosok tubuh dengan handuk yang
lembut dan bersih segera setelah mandi hingga permukaan kulit benarbenar
kering.
d) Rajin mencuci tangan dengan sabun
lalu bilas dan keringkan.
c. Jerawat
Jerawat merupakan
gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak. Penyakit tersebut
umumnya dialami anak-anak masa remaja. Jerawat biasanya menyerang bagian wajah,
dada atas, dan punggung. Bekas jerawat dapat menimbulkan bopeng.
Pemijitan jerawat secara tidak benar
perlu anda hindari, sebab hal tersebut dapat menyebabkan infeksi. Cara
pencegahan timbulnya jerawat yang paling mudah yaitu makan makanan yang
seimbang, cukup tidur dan olah raga, serta rajin menjaga kebersihan kulit.
c. Biang keringat
Biang keringat dapat
mengenai siapa saja; baik anak-anak, remaja, atau orang tua. Biang keringat
terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak
dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan
timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan kosmetik
juga dapat menyebabkan biang keringat.
Orang yang tinggal di daerah tropis
yang kelembapannya tidak terlalu tinggi, akan lebih mudah terkena biang
keringat. Biasanya, anggota badan yang terkena biang keringat yaitu daki,
leher, punggung, dan dada.
Agar anda tidak terkena biang
keringat, aturlah ventilasi ruangan dengan baik. Selain itu, jangan berpakaian
yang terlalu tebal dan ketat. Namun, jika anda sudah terlanjur terserang biang
keringat, taburkan bedak di sekitar biang keringat. Apabila bintik-bintik biang
keringat sudah mengeluarkan nanah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
d. Gangren
Gangren adalah kelainan
pada kulit karena kematian sel-sel jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh
suplai darah yang buruk untuk bagian tubuh tertentu. Suplai darah yang buruk
dapat disebabkan oleh penekanan pada pembuluh darah (misalnya, balutan yang
terlalu ketat). Terkadang, gangren disebabkan oleh cedera langsung (gangren
traumatik) atau infeksi.
e. Biduran
Pernahkah anda menderita
biduran? Apa yang menyebabkan biduran? Bagaimana ciri-ciri orang menderita
biduran? Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan
kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan
terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung
berhari-hari. Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya
adalah dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan
alergi. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan
oleh dokter.
f. Ringworm
Pernahkah anda mendengar
tentang ringworm? Apa yang anda ketahui tentang ringworm? Ringworm adalah sejenis jamur yang
menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di
kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering
dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
g. Psoriasis
Psoriasis belum dapat
disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala
menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang
dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut.
Apa penyebab psoriasis? Penyebab pasti
dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian
penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua
tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel
limfosit T dan limfosit B. Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak
normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.
h. Kanker kulit
Penyakit kanker kulit
disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih
sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit
tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan
dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu
banyak.
3.Hati
Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawahdiafragma. Berdasarkan fungsinya,
hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu
fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa
racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Fungsi Hati Sebagai Alat
Ekskresi
1. Menghasilkan Getah Empedu
Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini
ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah
empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna
empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk
mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan.
Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi
sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh
darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut
urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.
2. Menghasilkan Urea
Urea adalah salah satu zat hasil
perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang
keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine
Fungsi Hati Selain
Sebagai alat Ekskresi
·
menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
·
menawarkan racun,
·
membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A,
·
mengatur kadar gula dalam darah,
·
membuat fibrinogen serta protombin,
·
menghasilkan zat warna empedu,
·
tempat pembentukan urea
Kelainan Pada Hati
Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Di dalam hati
terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita, yaitu proses penyimpanan
energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol,
dan penetralan racun atau obat yang masuk dalam tubuh kita. Apabila fungsi hati
terganggu maka akan terjadi dampak yang kompleks pada kesehatan tubuh. Berikut
akan dipaparkan beberapa gangguan dan kelainan pada hati.
Hepatitis
Hepatitis
Merupakan peradangan pada sel-sel hati. Peradangan ini disebabkan oleh
virus, terutama virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Pada umumnya penderita
hepatitis A dan E dapat disembuhkan, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi
kronis. Sementara itu hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah
terinfeksi virus hepatitis B sehingga kondisi ini dapat memperparah keadaan
penderita.
Sirosis hati
Merupakan gangguan hati yang disebabkan oleh banyaknya jaringan ikat pada
hati. Sirosis hati ini dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang
berkelanjutan. Berkembangnya virus ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang
berlebihan, salah gizi, atau penyakit lain yang disebabkan oleh tersumbatnya
saluran empedu. Penyakit ini belum dapat disembuhkan. Sementara itu pengobatan
yang dilakukan hanya berguna mengobati komplikasi yang terjadi seperti berak
darah, perut membesar, mata kuning, serta koma hepatikum. Perhatikan Gambar
8.12 untuk mengetahui perbedaan hati yang sehat dan terkena sirosis.
Kanker hati
Merupakan kelainan hati yang disebabkan oleh berkembangnya sel-sel kanker
pada jaringan hati. Kanker ini sebagai komplikasi akhir dari hepatitis kronis
karena virus hepatitis B, C, dan hemokromatis.
Perlemakan
hati
Merupakan kelainan hati akibat adanya penimbunan lemak yang melebihi 5% dari
berat hati, sehingga lemak ini membebani lebih dari separuh jaringan hati.
Perlemakan hati sering berpotensi menjadi penyebab sirosis hati. Kelainan ini
dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebih.
Kolestasis dan Jaundice
merupakan keadaan akibat terjadinya kegagalan hati dalam memproduksi dan
atau pengeluaran empedu. Kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak
dan vitamin A, D, E, dan K oleh usus, juga dapat menyebabkan terjadinya
penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati.
Hemokromatosis
Merupakan kelainan metabolisme yang
ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan dalam jaringan.
Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.
4.Paru-Paru
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas.
Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang
berhubungan dengan paru-paru sering mulai dipulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
Sistem
Ekskresi-Paru-Paru
Struktur
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Paru-paru terletak
di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan
rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru
ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus
dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru
dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam
yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis)
dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk
disebut pleura luar (pleura parietalis).
Antara selaput luar dan selaput dalam
terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh
darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan
dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
Di dalam
paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya
makin menipis jika dibanding dengan bronkus.
Bronkiolus tidak
mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian
ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal
kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara
(alveolus).
Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus
berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa
atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ
banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas
pernapasan.
FUNGSI PARU- PARU DALAM SISTEM EKSKRESI
Dalam sistem ekskresi, paru-paru
berfungsi untuk mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap air (H2O). Didalam
paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.
Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida
sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru
karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui
hidung. Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada
kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran
tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk
kedalam darah melalui kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya,
sebagian besar oksigen diikat oleh haemoglobin untuk diangkut ke sel-sel
jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit
ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan
globin yang berupa protein.
Gambar 4. .Pertukaran O2 dan CO2 antara
alveolus dan
pembuluh darah yang menyelubungi
.
Pengangkutan CO2 sebagai hasil zat sisa metabolisme, diangkut
oleh darah dapat melalui 3 cara yakni sebagai berikut:
1.
Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat
dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).
2. Karbon
dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh
CO2).
3.
Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3)
melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2).
Fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan. Akan
tetapi, karena mengekskresikan zat Sisa metabolisme maka paru- paru juga
berfungsi dalam sistem ekskresi. Karbon dioksida dan air hasil metabolisme di
jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawa ke jantung, dan dari
jantung akan dipompakan ke paru-paru untuk berdifusi di alveolus. Selanjutnya,
H2O dan CO2 dapat berdifusi atau dapat dieksresikan di alveolus paru-paru
karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis.
KELAINAN
1. Asma
Asma atau sesak nafas,
yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya
disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.2. Kanker Paru-paru
Kanker Paru-Paru, yaitu
gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah
terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi
ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
3. Emphysema
Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.
4. Asidosis
Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
5. TB
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.






























Komentar
Posting Komentar