Langsung ke konten utama

My Experience With Hamster

 Hai sobat blogger, kali ini saya akan ngepost tentang pengalaman saya tentang hamster. Kalian semua tau hamsterkan? Seperti yang kita tahu hamster adalah hewan mamalia yang termasuk keluarga hewan pengerat yang mempunyai bermacam spesies dan hampir ada di tiap negara. Hamster seringkali digunakan sebagai hewan percobaan di laboratorium (karena reproduksi mereka yang cepat) bersama tikus dan hewan pengerat lainnya. Nah hamster merupakan salah satu hewan yang pernah saya pelihara sampai saya keteteran karena jumlahnya yang terlampau banyak
Jadi pagi itu saya nonton tv yang lagi nayangin tentang "7 hewan kecil terlucu di di dunia". Setelah saya perhatikan baik-baik tayangannya, yang ke-7 membahas tentang hamster. Setelah w liat-liat ternyata hamster itu hewan yang unik juga dan gak tau kenapa wa tiba-tiba pengen mlihara hamster. Keesokan harinya dihari minggu saya lari pagi ke Geraha Cijantung, sekalian ngeliat liat kalau ada barang bagus yang bisa saya colong beli. Setelah saya nsampai, saya melihat ada kerumunan orang banyak di suatu tempat. Karena saya KEPO saya langsung ajah lihat ke situ. Ternyata di situ ada yang jual hamster, woow. Ini sungguh kebetulan yang luar biasa karena saya emang lagi pengen melihara hamster, saya langsung beli 2 pasang hamster beserta kandangnya, makanannya, pasirnya serta aksesoris pendukung lainnya. Nah Hamster yang saya beli itu Jenisnya Winter Golden sama Winter White. Oh iya jenis hamster ini adalah yang jenisnya paling jinak diantara semua jenis hamster yang ada. Harganya pun relatif mahal karena saya beli 2 pasang ajah Rp.120.000,-.


                   

Karena Hamster ini Hamster pertama saya dan bisa dibilang yang paling saya sayang, saya pelihara sampai beranak pinak. Nah, pada peroses perkembang biakan ini saya melakukan beberapa eksperimen dengan mengawinkan hamster dengan sejenisnya dan kemudian dengan jenis yang berbeda begitu seterusnya sampai ke generasi yang ke-6. Disaat saya melihara itu, saya pusing banget karena bisa anda bayangkan generasi pertama dengan 2 betina yang hamilnya barengan meghasilkan anakan hamster berjumlah 13 ekor. Dari keturunan tersebut lebih banyak betinanya daripada pejantannya dan karena saya masih penasaran keturunan itu masih tetap saya kembang biakan silang sampai keturunan generasi yang ke-6 dengan warna yang berbeda-beda. Saat itu sontak saya kalang kabut banget donk karena stok kandang dan pakannnya tidak mencukupi untuk semua hamster yang saya punya. Saya udah coba untuk menjualnya, membagikannya sampai saya lepas ke taman di bawah jembatan (jangan berfikir bahwa taman ini kotor dan bau karena taman ini mirip seperti kebon dan sangat jauh dari kali) di dekat rumah saya.
Tetapi apa mau dibuat. Karena jumlah kandang yang terbatas maka saya menggabungakan hamster dengan satu kandang berisi sepasang hamster (Jika pejantan-pejantan atau betina-betina digabungkan dalam satu kandang maka bisa berakibat perkelahian yang dapat menyelakai hamster itu sendiri). Hamster terus berkembangbiak dengan pesat dan akhirnya saya putuskan untuk tidak memelihara hamster lagi karena saya takut bakal jatuh miskin hanya karena hamster. Walau begitu aya tetap suka dan cinta kepada hamster.

Itulah pengalaman saya mengenai hamster. Cukup menarik Bukan? Semoga pengalaman saya ini dapat anda ambil hikmahnya and see you again in the next post. Wassalam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Ayam

Assalamualaikum wr.wb. Selamat malam sobat blogger semua. Malem-malem begini enaknya sih tidur tapi dari pada tidur padahal belum ngantuk, lebih baik saya menemani malam sobat blogger sekalian dengan postingan saya kali ini. Kali ini saya akan memposting tentang salah satu pengalaman sekaligus hobi saya yaitu beternak ayam. Sebagaimana yang kita tahu, ayam merupakan salah satu keluarga burung yang

Inilah Saya bagi Keluarga dan Kontribusi sebagai Generasi Penerus Bangsa

Manusia tak bisa memilih untuk dilahirkan dalam hidup yang seperti apa. Namun mensyukuri dan memperjuangkan masa depan adalah pilihan kita semua. Perkenalkan saya Asep Sanjaya, seorang anak kedua dari tiga bersaudara. Papah dan Mamah, begitu saya memanggil mereka, adalah sosok yang luar biasa. Berpendidikan akhir STM dan SMP bukanlah alasan mereka untuk berani bermimpi besar untuk anak-anaknya kelak. Menjadi putra satu-satunya dalam keluarga ini membuat saya mendapat tanggung jawab besar, terutama terhadap dua saudari saya. Kakak saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dikarenakan lebih memfokuskan dirinya untuk menopang ekonomi keluarga. Saat itu Papah saya sedang dalam posisi sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta yang tak lama setelahnya mendapat surat PHK dan tak lagi bekerja karena usianya yang hampir menginjak kepala 6. Saya, sebagai putra satu-satunya, menjadi harapan besar dari masa depan keluarga ini. Takdir pun bersambut dengan diterimanya saya sebagai mahasiswa...