Hai sobat blogger, kali ini saya akan ngepost tentang pengalaman saya tentang hamster. Kalian semua tau hamsterkan? Seperti yang kita tahu hamster adalah hewan mamalia yang termasuk keluarga hewan pengerat yang mempunyai bermacam spesies dan hampir ada di tiap negara. Hamster seringkali digunakan sebagai hewan percobaan di laboratorium (karena reproduksi mereka yang cepat) bersama tikus dan hewan pengerat lainnya. Nah hamster merupakan salah satu hewan yang pernah saya pelihara sampai saya keteteran karena jumlahnya yang terlampau banyakJadi pagi itu saya nonton tv yang lagi nayangin tentang "7 hewan kecil terlucu di di dunia". Setelah saya perhatikan baik-baik tayangannya, yang ke-7 membahas tentang hamster. Setelah w liat-liat ternyata hamster itu hewan yang unik juga dan gak tau kenapa wa tiba-tiba pengen mlihara hamster. Keesokan harinya dihari minggu saya lari pagi ke Geraha Cijantung, sekalian ngeliat liat kalau ada barang bagus yang bisa saya
Karena Hamster ini Hamster pertama saya dan bisa dibilang yang paling saya sayang, saya pelihara sampai beranak pinak. Nah, pada peroses perkembang biakan ini saya melakukan beberapa eksperimen dengan mengawinkan hamster dengan sejenisnya dan kemudian dengan jenis yang berbeda begitu seterusnya sampai ke generasi yang ke-6. Disaat saya melihara itu, saya pusing banget karena bisa anda bayangkan generasi pertama dengan 2 betina yang hamilnya barengan meghasilkan anakan hamster berjumlah 13 ekor. Dari keturunan tersebut lebih banyak betinanya daripada pejantannya dan karena saya masih penasaran keturunan itu masih tetap saya kembang biakan silang sampai keturunan generasi yang ke-6 dengan warna yang berbeda-beda. Saat itu sontak saya kalang kabut banget donk karena stok kandang dan pakannnya tidak mencukupi untuk semua hamster yang saya punya. Saya udah coba untuk menjualnya, membagikannya sampai saya lepas ke taman di bawah jembatan (jangan berfikir bahwa taman ini kotor dan bau karena taman ini mirip seperti kebon dan sangat jauh dari kali) di dekat rumah saya.
Tetapi apa mau dibuat. Karena jumlah kandang yang terbatas maka saya menggabungakan hamster dengan satu kandang berisi sepasang hamster (Jika pejantan-pejantan atau betina-betina digabungkan dalam satu kandang maka bisa berakibat perkelahian yang dapat menyelakai hamster itu sendiri). Hamster terus berkembangbiak dengan pesat dan akhirnya saya putuskan untuk tidak memelihara hamster lagi karena saya takut bakal jatuh miskin hanya karena hamster. Walau begitu aya tetap suka dan cinta kepada hamster.
Itulah pengalaman saya mengenai hamster. Cukup menarik Bukan? Semoga pengalaman saya ini dapat anda ambil hikmahnya and see you again in the next post. Wassalam..


Komentar
Posting Komentar