Langsung ke konten utama

Bersama Lumba-Lumba

Hai sobat blogger, kali ini saya akan memposting tentang pengalaman saya dengan lumba-lumba. Langsung saja Check This Out.

“Bersama Lumba-Lumba”


Hari yang dinanti akhirnya datang juga. Tanpa pikir panjang lagi ku ambil handuk dan menuju kamar mandi. Terbayang apa yang akan terjadi sebentar lagi setelah aku bersama teman-teman TK ku sampai di Ancol.
“Ayo mah cepat kita berangkat, nanti kita ketingalan bis loh.”

“Iya sabar. Lagi pula bis itu kan berangkatnya jam 7 coba lihat jam itu, baru jam 6 kan.”
Bangku nomor 3 dan 4 yang tertata rapi seakan meminta untuk di duduki. Ibu duduk dengan sabar sambil menunggu mobil besar ini terisi oleh penumpang yang lain. Tapi lain halnya dengan diriku, aku sibuk berlarian kesana-kemari dengan riang karena tak sabar bertemu dengan lumba-lumba. Setelah semua bangku terisi oleh semua teman-temanku barulah bis ini memulai perjalannya ke tempat yang kutunggu-tunggu. Perjalanan sungguh mengasikan dengan nyanian, canda, dan tawa sampai akhirnya suatu hal yang paling menyebalkan dan membosankanpun menghadang jalan kami.
“Loh kok kita lama-lama berhenti si mah”
“Tuh lihat keluar kaca, sekarang lagi macet. Sabar ya”
Seketika hatiku jadi kesal. Tak pernah terbayang olehku akan jadi seperti ini. Terpaksa kududuk sambil menekuk bibirku tanda kekesalanku. Tapi tak lama ban mobil besar dan panjang ini akhirnya kembali bergesekkan dengan aspal hitam yang seakan menjadi obat penawar kekesalanku.
Tibalahku di tempat yang selama selalu ada di dalam mimpiku. Sorak sorai aku teman-temanku menjadi awal perjalanan kami di tempat ini. Kami lekas berbaris dengan rapi dan menuju ke tempat-tempat yang pasti mengasyikan. Tempat-tempat yang mengasyikan itu seperti film 3 dimensi, arena permainan, laboratorium laut, atraksi hewan-hewan dan lain-lain.
Usai aku bersama kawan-kawanku menonton film 3 dimensi, terjadi perbedaan pendapat. Ada yang ingin ke arena permainan, ingin langsung melihat hewan-hewan yang di awetkan di laboratorium laut, sedang aku sendiri ingin langsung melihat lumba-lumba, hewan yang tak pernah kulihat selain di mimpi dan buku ceritaku.
Setelah semua destinasi selain atraksi hewan sudah dikunjungi, tibalah saatnya kami untuk melihat berbagai hewan-hewan yang memamerkan kebolehan dan kepiawaiannya dalam beratraksi. Semua hewan sudah menujukkan kehebatannya masing-masing, kecuali lumba-lumba. Sampailah kami di tempat di mana hewan ini akan memanjakan kami dengan bermacam kebisaannya mulai dari melompati lingkaran api, bermain bola, melompat-lompat dan lain-lain. Semua tertawa-tawa sampai akhirnya pawang hewan pintar ini meminta satu dari penonton untuk ikut dalam atraksi itu. Alangkah terkejutnya aku saat ternyata akulah yang dipilih oleh pawang hewan pintar itu untuk ikut dalam atraksi tersebut.
“Dek kamu dipanggil tuh sama om yang didepan katanya suruh ikut main sama lumba-lumba.”
“Tapi dia gigit Gak Mah?”
“Ngak kan ada omnya jadi dia gak berani gigit kamu. Kan kamu pemberani.”
Ku melangkah ke kolam itu dengan ragu-ragu tetapi penasaran. Ku perhatikan hewan bemoncong itu dengan seksama. Mata yang kecil, badan  berkulit halus tapi berlendir, lubang di atas kepalanya sebagai alat untuk mengambil udara dan moncong yang menggemaskan.
“Silahkan dek naik keatas perahu, nati lumba-lumba ini akan mendorong perahu karet ini. Kamu jangan goyang-goyang ya.”
“Ya om, tapi mereka gak gigitkan.”
“Gak dek kamu tenang aja meraka sudah jinak jadi gak akan gigit kamu.”
Aku tetap saja belum tenang dengan ucapan pawang hewan unik itu. Dengan jantung yang rasanya sudah ingin meledak karena detaknya yang terlalu kencang, aku digendong ke atas perahu karet berwarna kuning. Dag-dig-dug rasanya begitulah suara jantung yang membuat seluruh tubuhku basah akan keringatku sendiri seakan diterpa hujan lokal sesaat setelah perahu karet kuning ini sudah mulai bergerak. Sorak sorai penonton pun membuatku semakin gemetar saja. Setelah 3 putaran bersama hewan unik ini berlalu tiba-tiba Byurrrr.... aku terjatuh kedalam kolam yang kuperkirakan dalamnya lebih dari 1 meter ketika hendak turun dari perahu dengan melompat. Aku tidak memperkirakan akan jatuh kedalam kolam besar nandalam ini. Aku berusaha untuk berenang padahal aku sama sekali tidak bisa berenang sampai akhirnya makhluk bertubuh halus yang berlendir datang berusaha membawaku ketepian.
“ Kamu tidak apa-apa kan dek?”
“ Dek kamu gak apa-apakan ini mamah nak.”
“Gak kok, aku gak apa-apa”
Bersyukurlah aku karena aku sama sekali tidak apa-apa. karena lumba-lumba itu aku masih dapat bernafas di dunia ini. Tiba-tiba lumba-lumba itu naik ke tepian dan mencium pipiku, wow itu benar benar sangat mengejutkan.
Akhirnya tiba bagi kami untuk kembali pulang. Mobil besar yang tadi aku dan semua kawan-kawanku naiki masih sabar menunggu kedatangan kami. Aku lekas duduk dan sempat tertidur dibangku yang tadi aku duduki sampai akhirnya sampai di rumah mungilku.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Ayam

Assalamualaikum wr.wb. Selamat malam sobat blogger semua. Malem-malem begini enaknya sih tidur tapi dari pada tidur padahal belum ngantuk, lebih baik saya menemani malam sobat blogger sekalian dengan postingan saya kali ini. Kali ini saya akan memposting tentang salah satu pengalaman sekaligus hobi saya yaitu beternak ayam. Sebagaimana yang kita tahu, ayam merupakan salah satu keluarga burung yang

Inilah Saya bagi Keluarga dan Kontribusi sebagai Generasi Penerus Bangsa

Manusia tak bisa memilih untuk dilahirkan dalam hidup yang seperti apa. Namun mensyukuri dan memperjuangkan masa depan adalah pilihan kita semua. Perkenalkan saya Asep Sanjaya, seorang anak kedua dari tiga bersaudara. Papah dan Mamah, begitu saya memanggil mereka, adalah sosok yang luar biasa. Berpendidikan akhir STM dan SMP bukanlah alasan mereka untuk berani bermimpi besar untuk anak-anaknya kelak. Menjadi putra satu-satunya dalam keluarga ini membuat saya mendapat tanggung jawab besar, terutama terhadap dua saudari saya. Kakak saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dikarenakan lebih memfokuskan dirinya untuk menopang ekonomi keluarga. Saat itu Papah saya sedang dalam posisi sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta yang tak lama setelahnya mendapat surat PHK dan tak lagi bekerja karena usianya yang hampir menginjak kepala 6. Saya, sebagai putra satu-satunya, menjadi harapan besar dari masa depan keluarga ini. Takdir pun bersambut dengan diterimanya saya sebagai mahasiswa...

My Experience With Hamster

 Hai sobat blogger, kali ini saya akan ngepost tentang pengalaman saya tentang hamster. Kalian semua tau hamsterkan? Seperti yang kita tahu hamster adalah hewan mamalia yang termasuk keluarga hewan pengerat yang mempunyai bermacam spesies dan hampir ada di tiap negara. Hamster seringkali digunakan sebagai hewan percobaan di laboratorium (karena reproduksi mereka yang cepat) bersama tikus dan hewan pengerat lainnya. Nah hamster merupakan salah satu hewan yang pernah saya pelihara sampai saya keteteran karena jumlahnya yang terlampau banyak