Assalamualaikum
wr.wb. Selamat malam sobat blogger semua. Malem-malem begini enaknya sih tidur tapi
dari pada tidur padahal belum ngantuk, lebih baik saya menemani malam sobat
blogger sekalian dengan postingan saya kali ini. Kali ini saya akan memposting
tentang salah satu pengalaman sekaligus hobi saya yaitu beternak ayam.
Sebagaimana
yang kita tahu, ayam merupakan salah satu keluarga burung yang
tidak dapat
terbang. Ayam merupakan hewan yang mdah diternak dan mempunyai harga jual yang
lumayan tinggi (terutama ayam kampung).
Ayam yang saya
pelihara merupakan jenis ayam kampung. Ayam jenis ini lebih kebal terhadap
penyakit dan perubahan suhu yang drastis dibanding jenis ayam negeri. Ayam
kampung merupakan jenis ayam yang mempunyai naluri mengerami telurnya beda
dengan ayam negeri pada umumnya. Ketika saya pertamakali menghadapi ayam yang
bertelur, saya masih bingung karena sebelum ayam ini bertelur ayam ini akan
berkotek (bersuara keras berulang-ulang) dengan nyaring dan berulang-ulang.
Namun kini saya sudah tidak bingung lagi menghadapi ayam yang akan bertelur
hanya siapkan saja tempat untuk berteur maka dengan naluri yang dimiliki oleh
ayam tersebut, dengan sendirinya dia akan bertelur di tempat itu. Tapi
sebelumnya kita harus mengajarkan dan memberi pengertian tentang tempat
bertelurnya tersebut.
Setelah menetas
kira-kira 2 minggu , anak ayam dapat dipisah dari induknya ke kandang yang
lebih hangat. Kehangatan tersebut dapat diperoleh dari lampu pijar. Untuk
massalah pakan dapat dibeli di toko pakan unggas. Hanya tinggal bilang saja
kepada penjaga tokonya “ Pak/mas saya mau beli voor untuk pakan anak ayam”
harganya berkisar dari Rp6000-Rp8000,-
Setelah ayam sudah
besar kira-kira 3 bulan, ayam sudah dapat dilepas dan jangan kahwatir karena
ayam memiliki naluri untuk pulang kekandannya sendiri.
Sekian dulu
postingan saya kali ini semoga bermanfaat. See you, bye

Komentar
Posting Komentar